Kalimat yang dijadikan judul di atas aku temukan di bagian kasir salah satu Departement store Semarang. Di bawah kartu yang juga berisi foto mbak/mas kasir yang melayani urusan pembayaran belanja para customer. Di bagian pengumuman tersebut juga tertulis no telpon manajemen departemen store untuk pengaduan jika terjadi hal yang kurang berkenan bagi customer.
Sekilas, aku tertarik dengan sistem manajemen di departement store yang sangat perhatian dengan pelayanan terhadap customer sampai sedetil itu. Untuk urusan senyum dan sapa terhadap customer pun jadi perhatian khusus. Aku salut dengan kebijakan pelayanan yang perhatian terhadap urusan senyum dan sapa.
Tapi apa yang sesungguhnya terjadi?
Aku dan ibuku belanja di tempat tersebut pas sore hari, sekitar pukul 15.30..ehm..bisa dibayangkan kalau mas dan mbak kasirnya itu melayani banyak customer sejak pagi. Ketika hari sudah sore mbak/mas kasirnya sudah kehilangan energi untuk sekedar senyum dan menyapa customer. Bahkan waktu aku iseng nanya tentang berapa jumlah minimal pembayaran pakai ATM pun juga dijawab dengan datar-datar aja dan tanpa ekspresi..Jadi sepanjang proses pembayaran dari awal ibu menaruh belanjaan sampai membayar..ehm..tidak ada senyum manis dari mbak kasirnya ^_^
Aku sekali lagi, gak melaporkan kepada pihak manajemen seperti yang terjadi ketika aku ada di salah satu resto di Yogyakarta. Waktu itu bapak waiternya memberi makanan tanpa senyum dan meletakkan piring makananku dengan kasar dan juga cepat banget.
Kita banyak excuse
Aku juga mengamati customer yang melakukan pembayaran setelah ibuku juga sama tidak mendapat senyum dari mbaknya. Ibu tersebut juga terlihat tidak protes. Aku jadi mikir dan introspeksi diri. Apakah aku yang terlalu gak peduli dan terlalu excuse (mengizinkan) perilaku orang lain yang kurang berkenan? soalnya itu sudah terjadi berkali-kali dan tetap saja respon aku diam aja dan ngedumel hehe..dan curhat di blog :-)
Kakak sepupuku mbak Retno yang calon chef dan kerja di bagian dapur salah satu cafe di Yogya bilang..kalau kita butuh berani mengungkapkan perasaan jika tidak berkenan dengan pelayanan pegawainya. Kita juga gak papa kalau melapor ke bagian manajemen atau justru ownernya sekalian supaya mereka tahu yang terjadi. Agar sistem yang sudah bagus bisa dikontrol dengan efektif. . Menurut mbak Retno, para pegawai resto (aku tambahi dan juga departemen store) dapat gaji juga karena uang dari customer. So mbak Retno menjelaskan lagi kita butuh menghargai uang yang sudah kita keluarkan untuk membeli produk/jasa suatu tempat.
Oke deh mudah-mudahan aku bisa lebih asertif (berani mengungkapkan pikiran dan juga perasaan yang membuat kita tidak berkenan dengan sopan dan tidak menyinggung) agar mendukung sistem pelayanan bukannya menghakimi atau ingin menghukum para pegawai tempat pelayanan publik. Oke aku akan membahas yang lain aja ya tentang senyum itu sendiri.Mengapa senyum itu sangat penting?
Senyum adalah tanda PENERIMAAN Senyum adalah tanda CINTA yang tulus
Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan teman lamaku yang butuh dukungan tentang jalan hidup yang dipilih. Dia butuh masukan dan juga dukungan moral karena lingkungan keluarga tidak mendukung sehingga dia merasa kalut dan juga bingung. Respon yang aku berikan sepertinya kurang tepat karena kondisiku sedang tidak mendukung. Aku selama 4 hari baru saja sakit diare jadi gak mood dan kelihatan banget mukanya kusut. Aku sempat ditegur secara halus oleh temanku, wah Arum kamu kok kelihatan gak ceria ya, ya sudah deh kalau begitu, lain kali aja ya kita bahas ini lagi..dan aku bisa merasa ketidak nyamanan dia terjhadap responku yang kurang semangat. Aku merasa kalau respon yang aku beri ke tamanku jadi kurang supportif.
Belajar dari teguran temanku, aku jadi ingat dengan kejadian di departement store dan juga resto. Otomatis kita semua suka dan merasa nyaman jika mendapat senyum dari orang lain. Buat aku senyum itu tanda bahwa kita diterima atau dicintai dengan tulus.
Senyum tanda kita HAPPY...
Sebenarnya, untuk siapa sih senyum itu?UNTUK DIRI SENDIRI. Aku baca artikel di Psychology today kalau senyum itu powerful banget dan bisa mengubah respon otak kita. Jika kita tersenyum secara alami otak akan merespon kalau pikiran dan juga perasaan bahagia. Kita juga jadi punya energi positif yang mempengaruhi mood orang lain. JIka kita senyum, orang lain pasti ikut merasakan kebahagiaan kita. Kita semua saling mempengaruhi. Jika energi kita positif akan menarik atau membuat orang lain serupa dengan kita. Jika kita hawanya BT, jengkel, kusut maka bikin orang lain pun gak nyaman. Kita dikira lagi sedih atau gak nerima kehadirannya kayak temanku yang aku ceritakan barusan.
So smile yaaa biar kita HAPPY..karena sesungguhnya senyum itu untuk kesehatan dan juga kebahagiaan kita sendiri kok..so..meskipun sedang sibuk, capek, sakit tetap tersenyum aja.....................karena senyum juga terapi self healing (penyembuhan untuk diri sendiri, nanti aku bahas di tulisan selanjutnya yaaaa)
Dan.....kalo ada yang gak senyum ehmmm tegur saja (kalo berani dan asertif xixi) :-D
Arum Sukma Kinasih
always SMILE and be LOVE

Tidak ada komentar:
Posting Komentar