Senin, 20 Januari 2014

Mulai Dari Nol (lagi)


Hari ini aku bertemu dengan teman lamaku di sebuah resto. Ada yang menarik dari kisah temanku ini, yaitu dia mengambil keputusan yang menurutku berani, dan juga berisiko. Dia rela meninggalkan kampung halamannya untuk memulai hidup yang lebih mandiri atau yang sering dia katakan waktu bertemu..AKU MAU MULAI DARI NOL. Sebelumnya, temanku ini orang yang sangat berkecukupan, punya keluarga yang berpengaruh. Kondiri yang serba berkecukupan tersebut rupanya tidak membuat hidupnya bahagia  dan juga nyaman. Justru dia merasakan tekanan, tidak bebas dan juga sulit untuk menjadi diri sendiri. Dia merasa seolah-olah berada di bayang-bayang keluarganya. Salah satu hal yang menguatkan niatnya untk meninggalkan kampung halamannya adalah, kurang mendapat dukungan dari lingkungan keluarga untuk meraih mimpi-mimpinya. Dia merasa banyak orang yang mengira dia sukses karena keluarganya, bukan karena kemampuannya. So, kepergiannya kali ini ke Semarang merupakan salah satu cara untuk memulai hidup dari NOL. Dia sepertinya sudah siap untuk berproses dan tidak mengambil cara instan untuk sukses. Dia mau meraih mimpi-mimpinya sendiri sesuai kata hati dan juga panggilannya (passion). Yang aku rasakan ketika ngobrol sama temanku ini adalah dia punya impian yang besar tapi butuh dukungan. Dia merasa seperti maju ragu-ragu tapi mundur juga sayang. Jika aku berada di posisinya, pasti juga merasa sedih ketika belum dapat meyakinkan tentang mimpi-mimpi kita kepada keluarga. Hanya saja,  dari temanku, aku belajar banyak hal, yaitu keberaniannya menempuh perjalan dari kampung halaman tanpa fasilitas yang selama ini didapat dari ortunya. Meskipun dia masih ragu-ragu untuk melangkah, aku salut dengan keberaniannya. You are really survival..Friend :-D Aku doakan semoga kamu bisa sukses menjadi diri sendiri, mengikuti kata hatimu dan menjalani passionmu :-DAku jadi ingat sama salah satu teori di Psikologi Humanistik oleh pak Carl Rogers dan juga Psikologi Gestalt  yang digagas oleh pak Fritz Perls yang menyatakan bahwa kita butuh hidup yang BERTANGGUNG JAWAB atas pilihan-pilihan hidup kita sendiri. Ciri-ciri dari orang yang BERFUNGSI SEPENUHNYA adalah keterbukaan terhadap pengalaman, menikmati hidup sepenuh hati (gak setengah-setengah), percaya terhadap kemampuannya, bebas dan juga kreatif.BE YOUR SELF, BE YOUR AUTHENTIC SELF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar